DIBACA DULU YAA… ^^d

Salinan di bawah ini isinya adalah GBHO yang sudah ditetapkan tahun-tahun sebelumnya sebagai arah gerak KM IPB setiap tahunnya. Karena GBHO ditetapkan setiap 3 tahun sekali dan terakhir GBHO berlaku utk tahun ini, 2010. Jadi kita (MPM KM IPB) akan mengajukan draft GBHO utk 3 tahun berikutnya yaitu, tahun 2011-2013.

Penetapan GBHO dilaksanakan pada Sidang Istimewa (SI), jadi sebelum masuk ke SI kita akan membahas draft tersebut di RKA ini (hari Senin, tanggal 4 Oktober 2010 pukul17-21 @R.Sidang SC). Sidang Istimewa sendiri diagendakan hari Minggu tanggal 10 dan 17 Oktober 2010. Jadi mohon rekan-rekan sekalian mempelajari draft ini dengan baik dan berikan masukan yang membangun untuk kebaikan dan perbaikan kita bersama, KM IPB. Amin…

NB: jangan lupa mempelajari Rekomendasi Pansus Susduk dan draft TAP MPM ttg RUU juga Rekomendasi Kajian BSO.

CP:

Atik 085694280944 (GBHO)

Arief P. 085659894930 (BSO)


GARIS-GARIS BESAR HALUAN ORGANISASI (GBHO)

KELUARGA MAHASISWA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BAB I

PENDAHULUAN


A. PENGERTIAN

  1. Garis-garis Besar Haluan Organisasi Keluarga Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (GBHO KM IPB) adalah suatu haluan organisasi Keluarga Mahasiswa Institut Pertanian Bogor sebagai pernyataan kehendak seluruh anggota KM IPB yang pada hakikatnya merupakan suatu aspirasi seluruh mahasiswa IPB.
  2. Pola pengembangan Keluarga Mahasiswa Institut Pertanian Bogor di dalam  pencapaian tujuannya, dituangkan dalam haluan kerja organisasi yang menyeluruh dan berkesinambungan serta disusun secara terencana, terarah, dan terevaluasi.

B. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud ditetapkannya GBHO KM IPB adalah memberikan arah bagi pengembangan KM IPB untuk mengoptimalkan fungsi KM IPB yang telah ditetapkan dalam AD/ART, dengan tujuan membentuk mahasiswa yang bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa sebagai insan akademis, pencipta, pengabdi dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur.

C. LANDASAN

GBHO KM IPB ini disusun berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Keluarga Mahasiswa Institut Pertanian Bogor.

D.  MODAL DASAR DAN FAKTOR PENUNJANG

  1. Nilai dasar keyakinan beragama
  2. Nilai dasar keilmuan
  3. Sumberdaya manusia yang potensial
  4. Bakat, minat dan kreativitas
  5. Kebebasan manusia yang bertanggung jawab dan keharmonisan hubungan seluruh mahasiswa, lembaga dan institusi
  6. Organisasi kelembagaan mahasiswa
  7. Sarana dan prasarana kampus Institut Pertanian Bogor

BAB II

POLA DASAR PENGEMBANGAN KEMAHASISWAAN

A. TUJUAN PENGEMBANGAN

  1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan mahasiswa Institut Pertanian Bogor kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengembangkan identitas, integritas dan solidaritas mahasiswa Institut Pertanian Bogor.
  3. Menciptakan lembaga kemahasiswaan yang independen, aspiratif dan profesional.
  4. Menumbuhkan suasana keterbukaan antar mahasiswa, antara mahasiswa dengan lembaga kemahasiswaan, mahasiswa dengan institusi, dan antara lembaga kemahasiswaan dengan institusi.
  5. Menumbuhkan suasana yang kondusif agar tercipta kader-kader mahasiswa yang memiliki rasa tanggung jawab, kritis, sadar politik, profesional, berjiwa kepemimpinan dan kewirausahaan.
  6. Menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa terhadap masyarakat dan lingkungan.
  7. Meningkatkan posisi tawar mahasiswa IPB baik eksternal maupun internal.
  8. Menjalin hubungan yang baik dengan lembaga kemahasiswaan ekstra kampus.

B. ASAS PENGEMBANGAN KEMAHASISWAAN

1. Asas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

Segala usaha dan kegiatan pengembangan mahasiswa  dilandasi atas dasar keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Asas kecendekiaan

Pengembangan kemahasiswaan dijiwai oleh landasan ilmiah dengan bertujuan memberikan kesejahteraan lahir dan batin serta mendorong pemanfaatan dan penguasaan IPTEK yang dapat dipertanggungjawabkan.

3. Asas profesionalisme

Dalam perjalanannya lembaga kemahasiswaan yang merupakan sarana pengembangan kemahasiswaan dituntut untuk memiliki kemampuan yang handal, mantap dan profesional.

4. Asas legalitas

Segala aktivitas pengembangan kemahasiswaan memiliki pengakuan yang berkedaulatan dari seluruh komponen mahasiswa dan civitas akademika IPB.

a. Asas kekeluargaan dan usaha bersama

Segala bentuk kegiatan kemahasiswaan merupakan hasil usaha bersama yang dilandasi rasa kekeluargaan.

b. Asas musyawarah untuk mufakat

Segala bentuk pengembangan kemahasiswaan diputuskan secara musyawarah mufakat dengan mengedepankan kepentingan bersama.

c. Asas manfaat

Hendaknya kegiatan kemahasiswaan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk mahasiswa IPB, masyarakat dan lingkungan.

d. Asas kemandirian

Usaha pengembangan kemahasiswaan berlandaskan pada kepercayaan, kemampuan dan kekuatan sendiri.

e. Asas kesinambungan

Dalam merencanakan segala bentuk kegiatan pengembangan kemahasiswaan perlu didasari atas peran lembaga-lembaga kemahasiswaan di masa kini maupun akan datang.

f. Jujur dan adil

Dalam melakukan kegiatan pengembangan kemahasiswaan harus mengedepankan sikap jujur dan adil di atas berbagai kepentingan.

g. Asas keterbukaan

Dalam melaksanakan kegiatan pengembangan kemahasiswaan harus mengedepankan nilai transparansi dan keterbukaan yang bertanggung jawab sehingga budaya saling mengevaluasi akan terwujud.

h. Asas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat yang bertanggungjawab

Segala kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat dalam proses pengembangan kemahasiswaan ke arah yang lebih baik dan tidak bertentangan dengan asas-asas sebelumnya.

BAB III

POLA UMUM PENGEMBANGAN ORGANISASI TIGA TAHUNAN

Mengacu pada modal dasar dan faktor penunjang serta pola dasar pengembangan kemahasiswaan, perlu dikembangkan KM IPB dengan Pola Umum Pengembangan Organisasi Tiga Tahunan sebagai berikut :

I. Tahun Pertama

Setiap mahasiswa dilibatkan dalam proses pengambilan kebijakan strategis di lembaga kemahasiswaan sehingga tata kehidupan kemahasiswaan dalam KM didukung oleh segenap mahasiswa.

II. Tahun Kedua

KM IPB mampu mengembangkan kehidupan mahasiswa yang dinamis, kreatif, dan kritis serta tanggap terhadap perkembangan yang menyangkut mahasiswa itu sendiri dan masyarakat  luas.

III. Tahun Ketiga

KM IPB memiliki kemandirian, kemapanan organisasi dan posisi tawar yang dapat diterima di mata mahasiswa, institusi, dan masyarakat luas.  Potensi ini akan digalang untuk mencapai hasil-hasil yang optimal di bidang keilmuan dan kemahasiswaan yang akhirnya disumbangkan kepada masyarakat  luas.

IV. Tahun Keempat

  1. KM IPB memiliki posisi tawar di tataran pengambilan keputusan MWA, bukan hanya sebatas salah satu unsur stakeholder di kampus IPB namun lebih menjadi moral force bagi kebijakan institusi.
  2. Menggulirkan wacana Revolusi Pertanian serta menindaklanjuti dalam bentuk pengabdian masyarakat.

V. Tahun Kelima

  1. KM IPB mampu menumbuhkembangkan kehidupan kelembagaan mahasiswa yang lebih dinamis dan aspiratif melalui sistem kepartaian mahasiswa.
  2. Menindaklanjuti wacana Revolusi Pertanian dalam peningkatan kesadaran peran pertanian dalam pembangunan.

VI. Tahun Keenam

  1. KM IPB mampu memperluas jaringan kerja ke dalam maupun ke luar negeri dan dapat mempengaruhi kebijakan Perguruan Tinggi BHMN yang ada di Indonesia.
  2. Mengevaluasi dan mengembangkan sistem baru pengaplikasian ilmu dan teknologi pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

VII. Tahun Ketujuh

  1. KM IPB mempunyai posisi tawar yang kuat dalam proses pengambilan keputusan di kampus IPB.
  2. KM IPB membuat konsep kelembagaan mahasiswa di era IPB BHMN dan sistem mayor minor.
  3. KM IPB melakukan kordinasi dengan Perguruan Tinggi BHMN terkait perubahan kebijakan sistem pendidikan nasional.

VIII. Tahun Kedelapan

  1. KM IPB melakukan reorganisasi tahap awal sebagai dampak proses penerapan sistem mayor-minor, khususnya pembentukan departemen/fakultas baru dan direktorat program diploma, serta secara khusus melakukan pengawasan penerapan sistem SPP di era mayor minor.
  2. KM IPB merealisasikan pendirian student center

IX. Tahun Kesembilan

  1. KM IPB mengawasi dan mengawal proses pemilihan rektor dan meningkatkan peran serta mahasiswa dalam pemilihan tersebut.
  2. Mampu membangun hubungan kerja sama alumni, dan perguruan tinggi baik dalam dan luar negeri.

X. Tahun Kesepuluh

  1. KM IPB melakukan pelatihan struktur kelembagaan mahasiswa dengan tujuan membentuk kelembagaan yang efisien dan dapat dirasakan oleh semua mahasiswa IPB.(hubungan dengan pihak ipb)
  2. KM IPB mengawali dimulainya pendirian student center.

XI. Tahun Kesebelas

  1. KM IPB mengevaluasi satu tahun rektor IPB.
  2. KM IPB membangun kerja sama dengan kelembagaan mahasiswa di tingkat nasional.

XII. Tahun Keduabelas

  1. KM IPB mengevaluasi pengembangan kelembagaan mahasiswa yang lebih fokus kepada bidang pertanian.(lebih ke arah profeionalisme)
  2. KM IPB dapat dikenal di tingkat nasional dan internasional.

XIII .     Tahun Ketigabelas

  1. KM IPB mengawasi dan mengawal proses penetapan status IPB pasca pencabutan UU BHP dan PP BHMN.(UU No. 9/2009 ttg BHP dan PP154/2001 ttg PT BHMN).
  2. KM IPB mengevaluasi dan mengoptimalkan pola umum pengembangan Organisasi Tiga Tahunan sejak tahun pertama hingga tahun keduabelas.

XIV. Tahun Keempatbelas

  1. KM IPB mengevaluasi kinerja satu periode jabatan rektor IPB.
  2. KM IPB mengawasi dan mengawal proses pemilihan rektor IPB dan mengoptimalkan peran serta mahasiswa dalam pemilihan tersebut.

XV. Tahun Kelimabelas

  1. KM IPB menjadi pendorong organisasi yang memiliki andil dalam isu pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

BAB IV

PENUTUP

GBHO tiga tahunan ini berlaku dari tahun periode 2008 sampai periode 2010 dan apabila ada hal yang belum diatur dan perlu diperbaiki, maka akan diputuskan oleh MPM KM IPB melalui mekanisme Sidang Umum per Tiga Tahunan. Apabila dalam jangka waktu tiga tahun terdapat hal-hal yang perlu ditinjau ulang, maka dilakukan Sidang Istimewa.  Semoga Allah SWT memberkahi dan  meridhoi tindakan yang kita lakukan.  Amin.

Download disini: Rancangan GBHO 2010 km ipb (dalam pembahasan)